K-POP Pada Mata dan Telinga Idonesia

Korean pop masuk ke Indonesia sudah cukup lama, namun baru sekitar tahun 2009, Negara tercinta kita ini mulai terjangkiti virus yang dinamakan “demam Korea” oleh netizen.
Kenapa “demam Korea”? Karena begitu banyak remaja yang menggilai Korea seperti demam yang seakan-akan hanya bisa terobati oleh hal-hal yang berbau Korea. Entah itu k-drama, k-movie, atau k-pop yang sedang kita bahas saat ini.

Seperti yang telah kita ketahui, saat ini para remaja di negeri kita suka sekali pada budaya Korea, tidak sedikit remaja kita yang menggilai Kpop dan Kdrama.    Bahkan mereka juga mengaplikasikan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-harinya, mulai dari fashion, make up, makanan, dan mereka pun juga rela merogoh kocek untuk membayar guru les bahasa Korea hanya untuk mengikuti demam Hallyu ini.
Selain itu, sekarang juga
sungguh banyak vocal+dance grup Indonesia yang biasa disebut “boyband/girlband”. Grup-grup tersebut bisa dikatakan sangat mirip dengan Grup yang sudah lama menjadi budaya Korea.
Munculnya boyband dan girlband Indonesia ini, mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat. Ada yang positif, ada pula yang member respon negative, terutama para penggemar Kpop, bahkan sampai menjadi haters mereka karena dianggap memplagiat K-pop grup.
Meskipun demikian, tetap saja boy/girlband baru Indonesia semakin banyak bermunculan bak jamur di musim hujan. Debut secara dadakan tanpa proses trainee yang lama seperti halnya di Korea.
Hal ini tentu saja memberi pengaruh besar tehadap industri musik Indonesia. Grup-grup yang debut tanpa trainee (latihan sebelum debut) yang ketat, semakin memperburuk citra musik negri ini.
Sebenarnya memalukan sekali jika mengingat grup-grup ‘peniru’ itu melakukan lipsing ketika perform diatas panggung.
Memang sulit sekali menstabilkan suara sambil menari, namun apakah itu tidak bisa dilatih? Tentu saja bisa, karena itu di Korea ada proses trainee yang bahkan bisa sampai 7 tahun sebelum debut. Kenapa hal itu dilakukan? Demi didapatkannya kualitas musisi yang tinggi.
Itulah sebabnya mengapa kpop Idol masih memiliki suara bagus ketika menyanyi sambil dancing diatas panggung tanpa lipsing. Bagus sekali.

Jika Korea bisa, kenapa Indonesia tidak? Indonesia harusnya juga memberlakukan peraturan trainee seperti itu juga. Demikian dilakukan tidak lain agar kualitas musik Indonesia dapat menjadi lebih baik.

Kita dapat belajar dari musik negeri Korea untuk memperbaiki. Maju terus musik Indonesia, hwaiting! 

0 komentar:

Posting Komentar